PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA
JUDUL PROGRAM:
SISTEM DETEKSI DAN PERINGATAN DINI BENCANA ALAM BANJIR
BIDANG KEGIATAN:
PKM GAGASAN TERTULIS
Diusulkan oleh:
Andriyan Dwi Putranto 115623003 (2011,Ketua)
Moch. Dani Ardianto 115623207 (2011,Anggota)
Moch. Anang Nur Aji P 115623218 (2011,Anggota)
Rifka Hapsah 115623226 (2011,Anggota)
Fuji Ardi Cahyo 115623231 (2011,Anggota)
UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA
SURABAYA
2012
HALAMAN PENGESAHAN USUL PKM-GT
1. Bidang Kegiatan :Sistem Deteksi dan Peringatan Dini
Bencana Alam Banjir
2. Bidang Kegiatan : ( ) PKM-AI (✓)PKM-GT
3. Ketua Pelaksana Kegiatan
a. Nama Lengkap :Andriyan Dwi Putranto
b. NIM : 115623003
c. Jurusan :Teknik Elektro
d. Universitas/Institut/Politeknik :Universitas Negeri Surabaya
e. Alamat Rumah dan No Tel./HP :Singojoyo VI, Gedangan Sidoarjo
f. Alamat email : andriyan.115623003@gmail.com
4. Anggota Pelaksanaan Kegiatan/Penulis :4 Orang
5. Dosen Pendamping :
a. Nama Lengkap dan Gelar :M. Syariffuddien Z.,S.Pd.,MT.
b. NIP :197706252006041003
c. Alamat Rumah dan No tel./HP :Perum Purimas Regency Blok B5
No.10
Surabaya
HP. 08563443345
Surabaya,24 Februari 2012
Menyetujui,
Ketua Jurusan Teknik Elektro Ketua Pelaksana Kegiatan
Drs. Edy Sulistyo, M.Pd Andriyan Dwi Putranto
NIP. 196404201991031005 NIM. 115623003
Pembantu Rektor III Dosen Pendamping
Bidang Kemahasiswaan,
Prof. Dr. Warsono, M.S. M.Syariffuddien Z., S.Pd.,MT.
NIP. 196005191985031002 NIP. 19770625200601003
KATA PENGANTAR
Segenap puji dan syukur kami haturkan kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala limpahan rahmat dan hidayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan karya tulis yang berjudul “Sistem Deteksi dan Peringatan Dini Bencana Alam Banjir”.
Karya tulis ini ditujukan untuk mengikuti Progam Kreatuvitas Mahasiswa Gagasan Tertulis (PKM-GT) 2011 yang diadakan oleh DIKTI. Melalui karya tulis ini, penulis ingin memberikan solusi terhadap permasalahan pengaturan lalu lintas.
Ucapan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kami sampaikan kepada Muh Syariffuddien Z, S.Pd., MT selaku dosen pendamping yang telah memberikan banyak bimbingan dan arahan kepada kami dalam penyusunankarya tulis ini. Tidak lupa penulis juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dan memberikan dukungan kepada kami.
Kami menyadari terdapat banyak kekurangan baik dari segi materi,ilustrasi,contoh dan sistematikka penulis dalam pembuatan karya tulis ini.Oleh karena itu, saran dan kritik dari para pembaca yang bersifat membangun sangat kami perlukan.Besar harapan kami karya tulis ini dapat bermanfaat bagi kami selaku penulis dan bagi pembaca pada umumnya.
Surabaya,24 Februari 2012
Penulis
DAFTAR ISI
Halaman Muka................................................................................................. i
DAFTAR GAMBAR
RINGKASAN
Dalam makalah ini, penulis mencoba untuk mengajukan suatu ide terkait sensor deteksi banjir untuk mengatasi bencana banjir pada musim penghujan. Saat ini, seringnya terjadi bencana banjir di berbagai daerah menimbulkan berbagai macam kerugian. Baik dalam bidang kesehatan dan materi. Penulis banyak mengkaji permasalahan seputar pengantisipasian bencana banjir, sehingga mampu meminimalisir dampak kerugian yang ditimbulkan dengan metode studi literatur dan wawancara dengan ahli atau dosen di bidang terkait. Studi literatur dilakukan dengan membedah buku dan jurnal baik nasional maupun berskala internasional serta menggunakan fasilitas internet.
Penyusunan makalah ini dimulai dengan bagian pendahuluan yang menguraikan latar belakang dan tujuan penulisan makalah serta manfaat yang hendak dicapai diakhir penyusunan makalah ini. Dalam bagian pendahuluan ini,diuraikan sedikit gambaran mengenai kondisi umum bagaimana keadaan iklim dan geografis Indonesia. Lalu bagian pembahasan yang menguraikan teori-teori terkini, informasi, danpenelitian. Dan pada bagian akhir, penulis menyimpulkan berdasarkan kajian yang telah dilakukan dan memberikan rekomendasi bagi pembaca dan pihak terkait (universitas dan pemerintah) agar dapat mengembangkan ide ini kelak.
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Curah hujan di Indonesia tiap tahunnya cukup tinggi. Hal ini menyebabkan beberapa wilayah Indonesia sering terjadi bencana banjir ketika musim penghujan tiba karena beberapa faktor seperti kondisi lingkungan yang rusak, penebangan hutan secara liar dan kondisi tempat yang lebih rendah dari sekitarnya. banjir sekarang mulai menjadi salah satu bencana yang paling sering terjadi di Indonesia bahaya dari banjir banyak sekali Contohnya : Terputusnya roda perekonomian di daerah yang terkena banjir , seperti jalan terendam banjir , maka kendaraan untuk distribusipun terhenti karena tidak bisa lewat . Banyak anak – anak tidak bisa sekolah , karena sekolahnya terendam banjir , padahal sekolah salah satu cara meningkatkan SDM ( Sumber Daya Manusia ) Indonesia . Banyak Rumah – rumah penduduk yang terbuat dari bambu terseret arus banjir , maka mereka kehilangan tempat tinggal . banyak sekali contoh – contoh lain akibat terjadinya banjir.
Kita sebagai generasi muda harus bisa merubah keadaan seperti ini , maka kita biasakan mencegah terjadinya banjir, antara lain : Tidak membuang sampah di sungai , tidak menebang hutan secara liar, melakukan rehabilitasi sungai ,dan pembangunan bendungan – bendungan . Cara mencegah banjir bermacam – macam, kita harus bisa mencegahnya sebelum terjadinya bencana tersebut.Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk menanggulangi banjir dengan memanfaatkan alat pendeteksi banjir karena dengan adanya alat tersebut masyarakat di dekat pusat banjir bisa mengetahui lebih awal terjadinya bencana. Namun pembuatan alat-alat tersebut membutuhkan dana yang tidak sedikit bahkan bisa menyita waktu serta pengujian yang lama serta tidak semua orang bisa membuatnya karena memerlukan keahlian khusus atau dikatakan cukup rumit. Oleh karena itu diperlukan alat pendeteksi banjir sederhana yang dapat dibuat oleh masyarakat secara mandiri dan dapat berfungsi secara efektif.
TUJUAN
Penulisan gagsan ini bertujuan sebagai berikut :
- Gagasan dalam upaya antisipasi banjir agar masyarakat cepat tanggap dalam menghadapi bencana banjir.
- Gagasan d alam pengembangan informasi teknologi dengan memanfaatkan teknologi sederha agar menjadi sensor pencegahan banjir yang dapat mendeteksi banir lebih awal.
MANFAAT
- Dapat digunakan sebagai alarm atau peringatan untuk masyarakat di daerah rawan banjir.
- Menjadikan masyarakat cepat tanggap terhadap banjir, sehingga bisa meminimalisir kerugian yang diakibatkan oleh bencana banjir.
GAGASAN
1. Faktor Internal
a. Perubahan lingkungan dimana didalamnya ada perubahan iklim, perubahan geomorfologi, perubahan geologi dan perubahan tata ruang.Perubahan iklim menyebabkan pola hujan berubah dimana saat ini hujan yang terjadi mempunyai waktu yang pendek tetapi intensitasnya tinggi. Akibat keadaan ini saluran - saluran yang ada tidak mampu lagi menampung besarnya aliran permukaan dan tanah - tanah cepat mengalami penjenuhan.
b. Pembangunan yang berlangsung pesat menghadirkan rumah dan bangunan beton lainnya sehingga menutup permukaan tanah dan menyulitkan air meresap ke tanah, serta mempersempit luas kawasan resapan air. Akibatnya, air hujan yang turun di daerah hulu, yang volumenya seringkali berada di atas kapasitas alur sungai, meluap dan menimbulkan banjir dan genangan di kawasan sekitar sungai.
c. Padatnya jumlah penduduk yang menyebabkan bertambahnya volume sampah anorganik dan dibuang sembarangan, seperti di selokan atau sungai. Hal ini dapat mengakibatkan aliran air tersumbat.
2. Faktor Eksternal
a. Harus diakui bahwa, disiplin dan kesadaran masyarakat terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan masih rendah. Tak sedikit warga yang menjadikan bantaran kali sebagai tempat tinggal/bermukim. Akibatnya, karena adanya bangunan-bangunan liar, badan kali menjadi berkurang, Dan yang sangat memprihatinkan, mereka pun menjadi sungai sebagai tempat sampah, sehingga terjadi pendangkalan dan sampah mengonggok di sepanjang aliran sungai.
b. Bersama itu, juga telah banyak terjadi penurunan permukaan tanah (land subsidence) terutama. Dengan demikian, ke depan, kawasan yang tergenang pasang air laut besar kemungkinan akan bertambah.
c. Kurangnya pengetahuan masyarakat tentang pengolahan sampah, sehingga banyak sampah anorganik yang menumpuk di lingkungan.
PENGAPLIKASIAN TEKNOLOGI
Metode dasar pengendali banjir telah dipraktekkan sejak zaman dahulu. Metode ini meliputi reboisasi dan konstruksi bendungan, tanggul, reservoir, dan floodways (saluran tiruan yang mengalihkan Banjir, Contohnya : Banjir kanal timur di Jakarta). Di abad 20 permasalahan dalam pengendali banjir di Amerika Serikat telah mengasumsikan arti penting nasional oleh karena meningkatkan frekuensi dan intensitas banjir dalam semua lembah sungai yang besar sebagai hasil penebangan hutan. Sebagai tambahan, agrikultur dan pengembangan industri, di lembah ini telah mengharuskan suatu program pengendali banjir dikoordinir. Perundang-Undangan pemerintah pusat telah diberikan kepada negara untuk mengakibatkan ukuran kendali.
Tindakan pemerintah pusat di dalam bidang ini banyak dihambat oleh pembatasan konstitutional. Dan pada akhirnya pada tahun 1879 permasalahan Pengendali banjir Sungai Mississippi telah dilimpahkan kepada yang 31 negara yang ditunjuk untuk pelaksana sistem pengeringan sungai. Pemerintah pusat, juga meningkatkan ilmu pelayaran, keuangan lainnya digunakanuntuk konstruksi bendungan. Pemerintah pusat telah main suatu peran penting di dalam permasalahan dalam pengendali banjir.
Ada banyak caradalam proses pencegahan terjadinya banjir, antara lain : Tidak membuang sampah di sungai, selokan, dan saluran air : melakukan Reboisasi, menghentikan penebangan hutan secara liar, membangun saluran air yang cukup untuk menampung air bah, seperti banjir kanal timur di Jakarta.
Bila proses pencegahan masih belum membuahakan hasil yang maksimal maka dapat dilakukan peringatan dini terhadap daerah rawan banjir. Caranya antara lain dengan cara membuat deteksi banjir.
Dalam pembuatan alat pendeteksi banjir ini prosesnya cukup mudah,karena alat ini menerapkan sistim rangkaian listrik tertutup dan merupakan alat deteksi banjir paling sederhana.
CARA PEMBUATAN ALAT DETEKSI BANJIR
“SKEMA SENSOR BANJIR”
Keterangan :
Bahan
· Variable Resistor (VR) : 220K
· Resistor : 22KΩ
· Sensor : dibuat dari satu keping PCB (tembaga)
· Transistor1 : NPN FCS 9014
· Transistor2 : PNP B514
· Kapasitor Keramik : 0,01 μF
· Speaker
· Timah
· PCB dan larutan FeCl3
Alat
· Solder
· Penyedot Timah
· Spidol Permanent
· Bor dengan mata bor 1 mm
· Adaptor
Rancangan pada PCB
Cara Kerja
1. Siapkan alat dan bahan.
2. Buatlah alur rangkaian sesuai dengan gambar di atas.
3. Celupkan dan goyang-goyangkan PCB yang telah terdapat alurnya ke dalam larutan FeCl3 sampai alur yang diinginkan nampak.
4. Lubangi PCB dengan bor untuk tempat komponen-komponen listrik.
5. Pasang setiap komponen sesuai dengan gambar skema dan solder.
6. Sambungkan dengan Adaptor sebagai sumber listrik.
7. KESIMPULAN
GAGASAN;
Metode dasar pengendali banjir telah dipraktekkan sejak zaman dahulu. Metode ini meliputi reboisasi dan konstruksi bendungan, tanggul, reservoir, dan floodways ( saluran tiruan yang mengalihkan Banjir, Contohnya : Banjir kanal timur di Jakarta ). Di abad 20 permasalahan dalam pengendali banjir di Amerika Serikat telah mengasumsikan arti penting nasional oleh karena meningkatkan frekwensi dan intensitas banjir dalam semua lembah sungai yang besar sebagai hasil penebangan hutan. Sebagai tambahan, agrikultur dan pengembangan industri , di lembah ini telah mengharuskan suatu program pengendali banjir dikoordinir. Perundang-Undangan pemerintah pusat telah diberikan kepada negara untuk mengakibatkan ukuran kendali.
Tindakan pemerintah pusat di dalam bidang ini banyak dihambat oleh pembatasan konstitutional. Dan pada akhirnya pada tahun 1879 permasalahan Pengendali banjir Sungai Mississippi telah dilimpahkan kepada yang 31 negara yang ditunjuk untuk pelaksana sistem pengeringan sungai. Pemerintah pusat, juga meningkatkan ilmu pelayaran, keuangan lainnya digunakanuntuk konstruksi bendungan. Pemerintah pusat telah main suatu peran penting di dalam permasalahan dalam pengendali banjir.
Saran
Agar tidak terjadi bencana banjir Jagalah lingkungan kita,dan janganlah selalu bergantung pada alat pendeteksi banjir ini sebab alat ini mempunyai kelemahan atau kerusakan secara tiba-tiba.Namun yang terbaik tentu mencegah terjadinya banjir dengan memelihra hutan dan lingkungan sekitar kita dan juga selalu waspada serta antisipasi terhadap bencana banjir yang datang. Karena pencehan adalah yg terbaik.
BIODATA PENULIS
1. Ketua Kelompok
Nama Lengkap : Andriyan Dwi Putranto
NIM : 115623003
Fakultas/Jurusan : FT/Teknik Elektro
Perguruan Tinggi : Universitas Negeri Surabaya
Tempat/Tanggal lahir : Surabaya, 29 Mei 1992
Karya Ilmiah yang pernah dibuat :
-
Penghargaan Ilmiah yang diraih :
-
2. Anggota Kelompok
Nama Lengkap : Moch. Dani Ardianto
NIM : 115623207
Fakultas/Jurusan : FT/Teknik Elektro
Perguruan Tinggi : Universitas Negeri Surabaya
Tempat/Tanggal lahir : Surabaya, 18 Desember 1993
Karya Ilmiah yang pernah dibuat :
-
Penghargaan Ilmiah yang diraih :
-
3. Anggota Kelompok
Nama Lengkap : Moch. Anang Nur Aji P
NIM : 115623218
Fakultas/Jurusan : FT/Teknik Elektro
Perguruan Tinggi : Universitas Negeri Surabaya
Tempat/Tanggal lahir : Lamongan, 22 Agustus 1992
Karya Ilmiah yang pernah dibuat :
-
Penghargaan Ilmiah yang diraih :
-
4. Anggota Kelompok
Nama Lengkap : Rifka Hapsah
NIM : 115623226
Fakultas/Jurusan : FT/Teknik Elektro
Perguruan Tinggi : Universitas Negeri Surabaya
Tempat/Tanggal lahir : Probolinggo, 16 Juni 1992
Karya Ilmiah yang pernah dibuat :
-
Penghargaan Ilmiah yang diraih :
-
5. Anggota Kelompok
Nama Lengkap : Fuji Ardi Cahyo
NIM : 115623231
Fakultas/Jurusan : FT/Teknik Elektro
Perguruan Tinggi : Universitas Negeri Surabaya
Tempat/Tanggal lahir : Gresik, 13 Mei 1993
Karya Ilmiah yang pernah dibuat :
-
Penghargaan Ilmiah yang diraih :
-